-->

Pengertian Mikrobiologi Kesehatan Dasar

Taksonomi Mikrobioligi
   Taksonimi adalah pengelompokan aneka jenis hewan atau tumbuhan ke dalam kelompok tertentu. Pengelompokan ini disusun secara runtut sesuai dengan tingkatanya ( hierarkinya). yaitu mulai dari yang kecil tingkatanya hingga ke tingkatan yang lebih besar. Bapak Taksonomi dunia adalah CAROLLEUS LINNAEUS yang telah berjasa memberikan nama biomal pada mikrobiologi.
Pengertian Mikrobiologi


   Mikrobiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari mahluk hidup yang sangat kecil (diameter kurang dari 0,1 mm) seperyi fungi, alga mikrokopik, protozoa dan archea. yang tak dapat dilihat dengan mata biasa harus dibantu dengan peralatan khusus. Virus juga sering dimasukan walaupun sebenarnya tidak sepenuhnya dapat dianggap sebagai mahluk

Tujuan dan Manfaat Taksonomi :
  1. Mengelompokan mahluk hidup berdasaarkan persamaan atau ciri-ciri yang dimiliki.
  2. Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis mahluk hidup untuk membedakannya dengan mahluk hidup dari jenis yang lain.
  3. Mengetahui hubungan kekerabatan antar mahluk hidup
  4. Memberikan nama mahluk hidup yang belum diketahui namanya.
Macam-macam Taksonomi :
  • Sistem Artisifial atau buatan.
  • Sistem Natural atau Alami.
  • Sistem Filogenetik atau modern.
Langkah-langkah Taksonomi
   Mengidentifikasi objek berdasarkan ciri-ciri strukktur tubuh mahluk hidup, misalnya hewan atau tumbuhan yang sama jenis atau spesiesnya setelah kelompok spesies terbentuk dapat dibentuk kelompok-kelompok lain dari urutan tingkatan klasifikasi sebagai berikut:
  1. Dua atauu lebih spesies dengan ciri-ciri tertentu dikelompokan untuk membentuk takson genus.
  2. Beberapa genus yang memiliki ciri-ciri tertentu dikelompokan untuk membentuk takson family
  3. Beberapa family dengan ciri tertentu dikelompokan untuk membentuk takson ordo.
  4. Beberapa ordo dengan ciri tertentu dikelompokan untuk membentuk takson kelas
  5. Beberapa kelas dengan ciri tertentu dikelompokan untuk membentuk takson filum (ubtuk hewan) atau divisio(untuk tumbuhan).

MENGENAL IMUNISASI BAGI IBU BARU

 
Halo ibu-ibu yang baru melahirkan dan masih bingung imunisasi itu apa? serta tujuan imunisisasi dilakukan untuk apa? manfaat imunisasi itu apa? dan reaksi pada bayi yang telah di imunisasi. Nah didalam artikel ini saya ingin membantu ibu-ibu baru atau para ibu yang akan melahirkan anak pertamanya, untuk menjawab kebingungan ibu hehehe. langsung saja cekidot:

1. Pengertian Dasar Imunisasi
   Dalam bidang imunologi kuman atau racun kuman (toksin) disebut sebagai antigen. Secara khusus antigen tersebut merupakan bagian protein kuman atau protein racunya. Bilan antigen untuk pertama kali masuk kedalam tubuh manusia, maka sebagai reaksinya tubuh akan membentuk zat anti. Bila antigen itu kuman, zat anti yang dibuat tubuh disebut antibody. Zat anti terhadap racun disebut antitoksin. Berhasil tidaknya tubuh anak memusnahkan antigen atau kuman itu bergantung kepada junlah anti zat yang dibentuk.
   Pada tempat-tempat yang strategis terdapat alat tubuh yang dapat memproduksi zat anti. Tempat itu adalah hati, limpa dan kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening misalnya, tersebar luas diseluruh jaringan tubuh, seperti disekitar rongga hidung dan mulut, leher, ketiak, selangkangan, rongga perut “amandel” atau tonsil merupakan kelenjar getah bening yang terdapat pada rongga mulut sebelah dalam. Bebagai alat tubuh yang disebutkan tadi merupakan pusat jaringan terbentuknya kekebalan pada manusia. Kerusakan pada alat ini akan menyebabkan seringnya anak terserang berbagai penyakit infeksi; lazimnya dikatakan “daya tahan tubuh anak menurun”. Pada umumnya tubuh anak tidak mampu melawan antigen yang kuat. Antigen yang kuat adalah jenis kuman yang ganas / virulen. Karena itu anak akan menjadi sakit bila terjangkit kuman ganas.

2. Tujuan Dari Imunisasi
  • Untuk mencegah terjadinya Infeksi tertentu
  • Apabila Terjadi penyakit, tidak terlalu parah dan dapat mencegah gejala yang dapat menimbulkan cacat atau sampai kematian.
3. Persyaratan Dari Imunisasi
  • Pada bayi dan anak yang sehat
  • Pemberian Imunisasi dengan cara yang tepat
  • Mengetahui jadwal vaksinisasi dengan melihat umur dan jeni imunisasi yang telah diberikan
  • Meneliti jenis vaksin yang akan diberikan
  • Memperhatikan dosisi yang akan diberikan
 4. Reaksi Pada Anak atau Bayi yang Sudah di Imunisasi
   Ada dua reaksi pada anak atau bay setelah di iminusasi yaitu reaksi Lokal dan Reaksi Umum
  • Reaksi Lokal Biasanya terlihat pada tempat penyuntikan, misalnya terjadi pembengkakan yang kadang-kadang disertai demam atau agak sakit.
  • Reaksi Umun dapat terjadi kejang-kejang, shock dll. pada keadaan pertama (reaksi lokal) ibu tak usah panik sebab panas akan sembuh 1-2 hari dan itu berarti kekebalan sudah dimiliki pleh bayi. Tetapi pada keadaan kedua (reaksi umum) sebaiknya ibu konsultasi pada dokter/bidan.
Semoga bermanfaat artikel yang telah dibaca diatas terimakasih atas kunjungannya.

TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA DENGAN BALITA

     Dalam suatu keluarga tentunya terdapat orang dewasa dan anak-anak. Di dunia yang semakin modern ini, yang kita kenal dengan era post modern, ada begitu banyak tantangan yang harus dihadapi oleh setiap individu dan keluarga. Apalagi bicara soal kesehatan. Kesehatan sangat penting bagi kelangsungan hidup keluarga, termasuk kesehatan anak-anak, terutama anak-anak yang berusia 5 tahun ke bawah. Di usia ini anak-anak rentan dengan sakit penyakit, karena itu orang tua perlu ekstra waspada dengan situasi dan kondisi anak-anaknya.

1. Tahap keluarga dengan childbearing atau melahirkan :
  • Dimulai dengan kelahiran s/d umur 30 bulan
  • Orang tua menjalankan peran baru
  • Peran ini awalnya sulit karena :
  1. Perasaan ketidak kuatan menjadi orang tua baru
  2. Kurangnya bantuan dari keluarga
  3. Nasehat yang menimbulkan konflik
  4. Tidur kurang karena anak rewel
   Faktor yang menyulitkan (Bradt 1988):
  • Banyaknya wanita yang bekerja
  • Naiknya angka perceraian dan masalah perkawinan
  • Penggunaan alat kontrasepsi dan aborsi yang sudah lazim
  • meningkatnya biaya perawatan anak
   Masalah yang sering terjadi :
  • Kesulitan dalam perawatan anak
  • Suami merasa diabaikan
  • Terdapat peningkatan perselisihan
  • Inetrupsi dalam jadwal yang terus menerus
  • Kehidupan sosisal dan seks terganggu
   Tugas perkembangan keluarga dengan tahap childbearing atau melahirkan :
  • Membentuk keluarga muada yang bahagia
  • Penyesuaian tugas baru
  • Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan
  • Memperluas persahabatan dengan keluarga besar atau teman
  • Mendidik anak berdasarkan agama
   Masalah kesehatan pada keluarga dengan Chidbearing atau melahirkan :
  • Perwatan bayi yang baik
  • Imunisasi
  • KB
  • Penyakit Infeksi
  • Masalah transisi pada orangtua
  • Sibling rivalry
  • Tempertanttrum
  • Negativisme
  • Tumbuh kembang
2. Tahap Keluaraga dengan Anak Pra Sekolah
  • Anak berumur 2,5th s/d 5th
  • Keluarga menjadi majemuk
  • Kesibukan orang tua meningkat
  • Kelompok bermain sangat membantu dalam perkembangan anak
   Tumbuh Kembang Balita 1 samapi 3 tahun
  • Toddler (1-3)
  • Biologis ( Berat badan dan Tinggi Badan)
  • Motorik (berjalan, lari dan memegang benda)
  • Psikososial 
  • Kognitif ( Prekonseptual, Egosentris)
  • Psikoseksual
  • soaial (Beramain dan sosialisasi
   Pra Sekolah 3 sampai 5 tahun
  • Biologis : Pertumbuhan fisik lambat
  • Motorik :menulis, mamakai atau melepas baju
  • Sosial : Berdiskusi dengan orang tua
  • Psikoseksual : Oedipal, elektra komplrks
  • Kognitif : Prekonseptual, intuitive
   Tugas perkembangan keluarga dengan Anak Pra Sekolah :
  • Memenuhi kebutuhan keluaraga 
  • Membantu anak untuk sosialisasi
  • Beradaptasi dengan anak ke 2
  • Pembagian waktu individu, pasangan, keluaraga
  • Merancanakan kegiatan untuk stimulasi tumbang anak
   Masalah kesehatan Pada Keluaraga dengan Anak Pra Sekolah :
  • Masalah kesehatan fisik pada anak : sakit, jatuh
  • Kes psikologi : Hubungan perkawinan
  • Persaingan Kaka dan adik
  • Masalah komunikasi keluarga
  • Masalah pengasuhan anak
Terimakasih :D